Bursa Pelatih AC Milan: Allegri dikabarkan terancam tinggalkan San Siro di akhir musim 2026

Spekulasi Panas di Kursi Panas Rossoneri

Masa depan Massimiliano Allegri di AC Milan kini berada di ujung tanduk seiring dengan hasil tidak memuaskan yang diraih klub dalam beberapa laga krusial di Serie A dan kompetisi Eropa. Meski musim 2026 masih berjalan, tekanan dari pendukung setia Rossoneri dan evaluasi mendalam dari jajaran manajemen mulai menunjukkan sinyal kuat akan adanya perombakan besar. San Siro, yang seharusnya menjadi benteng kokoh, kini justru sering kali menjadi saksi bisu kekecewaan publik Milan terhadap skema permainan yang dianggap terlalu konservatif di tengah persaingan sepak bola modern yang semakin agresif.

5 Poin Utama Terkait Nasib Allegri

  1. Penurunan Performa: Kekalahan beruntun dalam laga derby dan tersingkirnya Milan dari fase awal piala domestik menjadi alasan kuat manajemen mempertimbangkan pemutusan kontrak.

  2. Kritik Taktik: Gaya permainan "Corto Muso" khas Allegri dinilai tidak lagi efektif dan gagal memaksimalkan potensi pemain muda berbakat yang dimiliki Milan saat ini.

  3. Hubungan dengan Manajemen: Kabar mengenai ketidakharmonisan antara Allegri dan direktur teknik terkait kebijakan transfer musim panas mulai bocor ke media Italia.

  4. Kandidat Pengganti: Beberapa nama besar seperti Thomas Tuchel dan Antonio Conte mulai dikaitkan dengan Milan untuk membawa perubahan filosofi bermain.

  5. Faktor Finansial: Manajemen sedang menghitung kompensasi sisa kontrak Allegri jika pemecatan dilakukan sebelum masa baktinya berakhir di tahun 2026.


Analisis Dinamika Internal AC Milan

A. Tekanan Prestasi dan Ekspektasi Global Sebagai salah satu klub dengan koleksi gelar Liga Champions terbanyak, standar kesuksesan di AC Milan sangatlah tinggi. Kegagalan Allegri dalam menjaga konsistensi tim di papan atas klasemen membuat posisinya semakin sulit. Investor klub menginginkan Milan tidak hanya menang, tetapi juga tampil dominan sebagai brand sepak bola dunia. Di tahun 2026, di mana persaingan ekonomi antar klub semakin ketat, kehilangan tiket Liga Champions akibat performa buruk adalah risiko finansial yang tidak bisa ditoleransi oleh pemilik klub.

B. Kebutuhan Akan Filosofi Baru Era Allegri dianggap sudah mencapai titik jenuh. Skuad Milan saat ini diisi oleh banyak pemain bertipe menyerang yang membutuhkan kebebasan berkreasi, sesuatu yang sering kali terhambat oleh taktik pragmatis Allegri. Pergantian pelatih di akhir musim nanti dipandang bukan sekadar soal hasil, melainkan upaya untuk mengembalikan identitas menyerang AC Milan yang legendaris. Manajemen mencari sosok yang bisa membangun proyek jangka panjang dengan pondasi pemain lokal dan bintang internasional secara seimbang.

C. Respons Ruang Ganti dan Masa Transisi Informasi dari lingkungan internal menyebutkan bahwa beberapa pemain kunci mulai merasa jenuh dengan metode latihan yang diterapkan. Jika suasana ruang ganti sudah tidak lagi kondusif, biasanya perubahan di kursi kepelatihan adalah solusi mutlak. Akhir musim 2026 akan menjadi masa transisi yang krusial bagi Rossoneri untuk menentukan arah baru. Keputusan ini akan sangat menentukan langkah Milan dalam bursa transfer mendatang, karena pelatih baru tentunya akan membawa daftar permintaan pemain yang sesuai dengan skema pilihannya

Kabar terancamnya posisi Allegri di San Siro pada akhir musim 2026 menandai babak baru dalam sejarah modern AC Milan. Keputusan untuk mempertahankan atau melepas pelatih kelahiran Livorno tersebut akan menjadi perjudian besar bagi manajemen. Di tengah persaingan ketat sepak bola Italia, AC Milan membutuhkan nakhoda yang mampu membawa stabilitas sekaligus prestasi gemilang. Para penggemar kini hanya bisa menunggu apakah Allegri mampu melakukan keajaiban di sisa musim, atau memang waktu baginya di Milan telah resmi berakhir.